Selama Perang Dingin, tank tempur utama (MBT) telah berevolusi dari yang
awalnya tank sederhana, ringan menjadi tank kelas berat, lebih modern
dan lincah, sekaligus lebih maju dalam hal persenjataan, sistem
mengatasi ancaman dan sistem perlindungan. Saya mengurutkan 10 tank tempur utama terbaik di dunia berdasarkan persenjataan, mobilitas dan perlindungan.
Friday, February 7, 2014
Tuesday, February 4, 2014
10 Kapal Perusak Terbesar di Dunia

Tipe 052D (China)
Tipe 052D, versi upgrade dari kelas Luyang-II/Tipe 052C, adalah kapal perusak baru yang dibangun oleh galangan kapal Jiangnan Changxing untuk Angkatan Laut Tentara Pembebasan Rakyat (PLAN) China. Bobot benaman penuh 7.500 ton menjadikan Tipe 052D sebagai kapal perusak terbesar kesepuluh di dunia. Kapal pertama dari
Wednesday, January 22, 2014
Teknologi Pesawat F-35, Menyerang Tanpa Terdeteksi
Pesawat tempur F-35 Lighting II merupakan armada jet masa depan yang menguatkan militer Amerika Serikat (AS). Teknologi pesawat ini memungkinkan pilot menyerang target tanpa terdeteksi oleh lawan.
Dilansir Foxnews, Senin (6/5/2013), F-35 Lighting II akan memberi militer AS kemampuan
Monday, January 20, 2014
Friday, January 17, 2014
SUKHOI-47 BERKUT
Sukhoi Su-47 Berkut (bahasa Rusia: Су-47 Беркут - Elang Emas) (Kode NATO: Firkin), juga dirancang sebagai S-32 dan S-37 (jangan dibingungkan dengan pesawat kanard delta bermesin tunggal[1] yang diselesaikan oleh Sukhoi pada awal dasawarsa 1990-an di bawah rancangan Sukhoi Su-37) selama pengembangan
Thursday, January 16, 2014
X-51A Waverider Membuat Sejarah Baru Penerbangan Hipersonik
X-51A Waverider pesawat hipersonik yang memiliki kecepatan hingga 6 mach
Sebuah pesawat tak berawak militer AS telah terbang dengan kecepatan
melebihi lima kali kecepatan suara saat uji coba. Pesawat tak berawak
yang dikenal dengan X-51A Waverider itu, mencapai kecepatan 5,1
mach (6.247 km/jam) saat uji coba terbang di atas Samudera Pasifik,
Rabu, 1 Mei 2013, melakukan perjalanan lebih dari 230 mil laut (426 km)
hanya dalam waktu enam menit, Angkatan Udara AS mengatakan dalam sebuah
pernyataan di situsnya, Jumat, 3 Mei 2013.
Pesawat cruiser ini dibawa dengan diselipkan di bawah sayap pesawat pembom B-52 Stratofortress, lalu dilepaskan pada ketinggian sekitar 15,24 km, selanjutnya roket pendorong mendorong pesawat hingga mencapai kecepatan 4,8 mach hanya dalam waktu 26 detik. Ramjet supersonik kemudian mendorong pesawat itu untuk mencapai kecepatan 5,1 mach pada ketinggian 18,2 km sebelum akhirnya terjun (jatuh) ke laut seperti yang direncanakan.
Pesawat cruiser ini dibawa dengan diselipkan di bawah sayap pesawat pembom B-52 Stratofortress, lalu dilepaskan pada ketinggian sekitar 15,24 km, selanjutnya roket pendorong mendorong pesawat hingga mencapai kecepatan 4,8 mach hanya dalam waktu 26 detik. Ramjet supersonik kemudian mendorong pesawat itu untuk mencapai kecepatan 5,1 mach pada ketinggian 18,2 km sebelum akhirnya terjun (jatuh) ke laut seperti yang direncanakan.
X-51A Waverider adalah pesawat tak berawak otonom bertenaga hipersonik
yang dirancang untuk diluncurkan dari pesawat pembom B-52. -Setiap kecepatan di atas 5 mach, umumnya disebut sebagai hipersonik -
Uji coba yang terakhir ini merupakan yang terjauh, dari total empat uji coba penerbangan pesawat ini. Angkatan Udara AS menilai uji coba kali ini sangat memuaskan dan sebagai prestasi kunci dalam memajukan teknologi untuk menghadirkan senjata serang berkecepatan tinggi di masa depan.
X-51A Waverider yangmelekat di sayap B-52 sebelum diluncurkan
Lompatan untuk Pengembangan Senjata Hipersonik
Program X-51A Waverider merupakan upaya kolaborasi antara Laboratorium Penelitian
Angkatan Udara AS dan DARPA, dengan mitra industri Boeing dan Pratt
& Whitney Rocketdyne, serta dukungan dari NASA. Pengelolaan program
dilakukan di Pangkalan Udara Wright-Patterson, Ohio.
Pesawat ini menggunakan bahan bakar JP-7 jet. Bahan bakar JP-7 jet pernah digunakan oleh SR-71 Blackbird. Bahan baku utama pembuatan X-51 masih menggunakan bahan standar kedirgantaraan yaitu alumunium, baja, inconel dan titanium. Sedikit komposit karbon juga diterapkan pada sirip pesawat ini. Untuk perlindungan dari panas, pesawat tak berawak ini menggunakan sistem proteksi panas silica-based yang dirancang oleh Boeing, mirip yang digunakan NASA. Total, sudah empat X-51A yang dibuat untuk Angkatan Udara AS.
Para pejabat Angkatan Udara AS menilai bahwa program X-51A dapat menjadi landasan pengetahuan yang dibutuhkan guna mengembangkan taktik perubahan teknologi yang dibutuhkan di masa depan untuk ruang udara dan aplikasi senjata hipersonik. Misalnya, kecepatan hipersonik untuk perjalanan 600 mil laut dalam 10 menit akan sangat memberikan keuntungan dalam melibatkan target jarak jauh dengan cepat.
( Foto : U.S. Air Force photo/Chad Bellay )
Rangkaian Uji Coba X-51A Waverider
Diciptakan pada tahun 2004, X-51A pertama melakukan uji coba penerbangan pada 9 Desember 2009. Uji coba ini untuk memverifikasi kinerja, komunikasi dan sistem telemetri dan kolaborasinya dengan B-52, namun X-51 tidak berhasil terbang karena tidak bisa lepas dari sayap B-52.
X-51A akhirnya baru membuat sejarah terbang pada 26 Mei 2010, di lepas pantai selatan California Pacific. Terbang selama 200 detik, dengan scramjet yang membuatnya mencapai kecepatan sekitar 5 mach. Selama 140 detik, semua berjalan normal namun setelah itu terjadi penurunan daya dorong dan percepatan selama 30 detik. Akhirnya uji coba dihentikan dan pesawat dihancurkan atas perintah flight controllers.
Setelah analisis yang berkelanjutan dari data penerbangan yang didapat, akhirnya direncanakan suatu modifikasi untuk memperkuat bagian belakang dekat knalpot mesin untuk 3 pesawat X-51A yang tersisa.
Uji coba penerbangan X-51A yang kedua juga berakhir sebelum waktunya, karena terjadi masalah transisi ke bahan bakar JP7 saat terbang.
Uji coba ketiga berhasil, sukses dipisahkan dari B-52, namun setelah 16 detik, terjadi kesalahan pada sirip X-51A. Setelah X-51A terpisah dari roket pendorong, kira-kira 16 detik, pesawat itu tidak mampu mempertahankan kontrol karena sirip kontrol rusak dan hilang. Dan penerbangan yang keempat pada 1 Mei lalu dinilai sukses dan memenuhi harapan. (FS)
Diciptakan pada tahun 2004, X-51A pertama melakukan uji coba penerbangan pada 9 Desember 2009. Uji coba ini untuk memverifikasi kinerja, komunikasi dan sistem telemetri dan kolaborasinya dengan B-52, namun X-51 tidak berhasil terbang karena tidak bisa lepas dari sayap B-52.
X-51A akhirnya baru membuat sejarah terbang pada 26 Mei 2010, di lepas pantai selatan California Pacific. Terbang selama 200 detik, dengan scramjet yang membuatnya mencapai kecepatan sekitar 5 mach. Selama 140 detik, semua berjalan normal namun setelah itu terjadi penurunan daya dorong dan percepatan selama 30 detik. Akhirnya uji coba dihentikan dan pesawat dihancurkan atas perintah flight controllers.
Setelah analisis yang berkelanjutan dari data penerbangan yang didapat, akhirnya direncanakan suatu modifikasi untuk memperkuat bagian belakang dekat knalpot mesin untuk 3 pesawat X-51A yang tersisa.
Uji coba penerbangan X-51A yang kedua juga berakhir sebelum waktunya, karena terjadi masalah transisi ke bahan bakar JP7 saat terbang.
Uji coba ketiga berhasil, sukses dipisahkan dari B-52, namun setelah 16 detik, terjadi kesalahan pada sirip X-51A. Setelah X-51A terpisah dari roket pendorong, kira-kira 16 detik, pesawat itu tidak mampu mempertahankan kontrol karena sirip kontrol rusak dan hilang. Dan penerbangan yang keempat pada 1 Mei lalu dinilai sukses dan memenuhi harapan. (FS)
Tuesday, January 14, 2014
Fakta : F-35 bisa Meledak Jika Tersambar Petir
Produksi pesawat tempur F-35 Joint Strike Fighter (JSF) yang diklaim sebagai pesawat tempur tercanggih sekaligus termahal di dunia, telah "tergelincir" setelah seorang insinyur menemukan bahwa tangki bahan bakar F-35 bisa meledak jika disambar petir. Pengungkapan fakta tersebut menjadi pukulan telak bagi F-35, dikenal juga sebagai Lightning II (Petir II), yang sejatinya akan melengkapi Angkatan Udara dan Angkatan Laut Inggris (RAF & Royal Navy) pada 2018.
Saturday, January 11, 2014
Apakah Benar Masalah Oksigen F-22 Terpecahkan?
Angkatan Udara AS merasa yakin telah mengidentifikasi masalah yang
menyebabkan beberapa pilot mengeluh pusing dan pingsan saat berada di jet tempur paling canggih tersebut, Pentagon mengatakan beberapa waktu lalu.
Akar penyebab dari masalah ini adalah pasokan oksige n - yang diperlukan untuk pilot terbang di tempat yang tinggi - bukan kualitas oksigen yang disuplai kepada pilot," kata juru bicara Pentagon George Little kepada wartawan.
Untuk mengatasi masalah ini, Li
Thursday, January 9, 2014
"Project Zero" UAV Aneh dari AgustaWesland
Pabrikan helikopter Eropa AgustaWestland meluncurkan pesawat tanpa awak dengan tilt rotor listrik pertama di dunia, sekaligus menegaskan bahwa pihaknya sudah berhasil melakukan beberapa uji coba penerbangan pada pesawat ini.
Subscribe to:
Posts (Atom)
Akhirnya, Pentagon rilis video fenomena UFO
Cuplikan video yang menunjukkan benda terbang tak dikenal Washington - Departemen Pertahanan AS ( PENTAGON ) secara resmi telah merilis tig...
-
COFFIN ( Connection For Flight Interface ) adalah sistem kendali pesawat tempur masa depan yang di proses melalui jaringan saraf sinapsi...
-
F / A - 37 Talon adalah sebuah konsep pesawat tempur masa depan , memiliki single seat dan bermesin ganda . Talon ...











